Kapan Indonesia bisa m andiri dalam bidang energi, pertanyaan ini selalu mucul pada saat sirine kelangkaan energi di bunyikan, lebih khusus pada saat pemerintah kebingungan untuk mencabut atau melanjutkan subsidi minyak atau bahan bakar. Hampir pada setiap pergantian pemerintahan kondisi demikian selalu muncul, siapapun pemimpinya pasti akan berhadapan dengan hantu subsidi minyak atau bahan bakar.
Akan tetapi sayang seribu sayang, kondisi yang terus berulang pada setiap siapapun yang memegang pucuk piminan di negeri ini akan tetapi upaya-upaya kongkrit dan mendasar nampaknya belum banyak dilakukan untuk menyiapkan ketersediaan minyak atau energy khususnya energy yang terbaharukan.
Sudah tidak asing lagi bagi siapapun anak di negeri ini telah faham bahwa sumber energi terbaharukan berlimpah ruah di negeri tercinta ini, sepert; energi panas matahari, energi angin, energi air, energi panas bumi dan energi yang bersumber dari berbagai jenis bahan nabati.
Muhammadiyah dengan kemampuan yang ada telah banyak melakukan upaya-upaya untuk mendorong terwujudnya kemandirian energi di negeri ini, mulai dari kegiatan kajian energi terbaharukan melalui seminar-seminar dan work shop di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, pelatihan-pelatihan di bidang energi terbaharukan, pembangunan pilot proyek percontohan dan pendidikan untuk mencetak SDM yang trampil dalam bidang pengelola energi terbaharukan.
Salah satu wujud kegiatan yang telah dilakukan oleh Majlis Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Majlis Pendidikan PDM Kab.Bantul adalah dengan membuka Jurusan Pengolahan Hasil Pertanian (dengan konsentrasi energi terbaharukan) di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro. Walaupun masih terbilang relatif baru, namun beberapa prestasi telah diperoleh antara lain sebagai pemenang pada kegiatan scientic idol di Prop DIY, nara sumber pada Forum Pertemuan Bappeda seluruh Indonesia sehingga beberapa siswa di jurusan ini bisa mendapatkan bea siswa di perguruan tinggi.
Tahapan yang sedang dilakukan saat ini adalah pembangunan unit usaha Produksi Bioetanol yang nantinya akan dikelola oleh siswa-siswi di jurusan ini sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang pada akhirnya bisa menutup kebutuhan operasional biaya pendidikan serta memberikan pendapatan kepada sekolah. Unit produksi yang sedang dalam proses penyelesaian dapat disajikan pada gambar berikut:
GAMBAR BELUM DIAPLOAD
Gambar Proses penyelesaian jaringan listrik dan tangki proses pembuatan bioetanol di SMK Muhammadiya Bambanglipuro.
Gambar unit destilasi pada unit produksi bioetanol dan beberapa sampel contoh minyak hasil produksi di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro.
Untuk lebih mempercepat dan memperluas pemasyarakatan sumber-sumer energi terbaharukan ini, maka pihak SMK sudah banyak menerima permintaan dari beberapa instansi terkait untuk memberikan pelatihan di bidang energi terbaharukan baik dari instansi pemerintah maupun swasta, semoga ke depan upaya yang dilakukan oleh MLH PDM Bantul bersama dengan stake holder terkait akan lebih menggembirakan semua pihak, amien.
Skematik Proses Produski dan bahan baku pembuatan Bioetanol
GAMBAR BELUM DIAPLOAD
IMPLEMENTASI PROGRAM SODAKOH SAMPAH DI LINGKUNGAN MUHAMMADIYAH
Semua orang pasti faham apa itu sampah, namun belum tentu semua orang faham bagaimana mengelola sampah dengan benar, mengetahu manfaat sampah dan mengetahui dampak negatif terhadap lingkungan serta belum banyak yang mau dan mampu menangani sampahnya sendiri secara benar.
Nampaknya memang sepele masalah sampah ini, mungkin hal ini benar jika hanya dilihat dengan sebelah mata, artinya tidak dilihat secara menyeluruh atau komprehensip. Betapa tali temali soal sampah sungguh sangat luar biasa, karena bisa menyangkut masalah; lingkungan, sosial, kesehatan, ekonomi bahkan politik. Kita mengetahui dari pemberitaan mas media bahwa di beberapa wilayah di Indonesia sering terjadi pertengkaran, demontrasi, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan dan bahkan kegiatan anarkis yang disebabkan oleh masalah sampah.
Semua manusia pasti menghasilkan sampah oleh sebab itu semua manusia mestinya harus mau mengelola sampah, namun kenyataanya apakah memang demikian, jawabnya tentu tidak, karena banyak manusia yang tidak bertanggungjawab untuk mengelola sampahnya sendiri sehingga akan bisa merugikan orang lain.
Berapa besar sih sampah kita, minimal sebanyak dua liter setiap hari kita memproduksi sampah sehingga tidak heran bahwa untuk wilayah Perkotaan Prop DIY (wilayah aglomerasi perkotaan DIY) tidak kurang memproduksi sampah sebanyak 1600 m3 per hari atau setara dengan 500 ton per hari, ini adalah jumlah yang tidak sedikit. Jumah sampah ini adalah sampah yang ditangani oleh pemerintah dan tentu masih banyak sampah yang hanya dibuang di sembarang tempat dan tidak ditangani oleh pemerintah.
Melihat demikian besarnya perasalahan sampah maka PP Muhammadiyah memberikan anjuran kepada warga Muhammadiyah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk mengelola sampah dengan baik yaitu dengan memisahkan sampah organic dan an organic dengan mekanisme/sistem pengelolaan yang disebut “Sodakoh Sampah”.
Sistem yang sangat sederhana ini jika secara massif dilakukan oleh semua warga negara maka masalah di negeri ini yang sering menimbulkan dampak negative bisa memberikan manfaat/dampak positif dan pengelolanya akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah SWT karena telah bersedekah dengan dana dari hasil penjualan sampah serta telah berperan dalam mencegah kerusakan lingkungan dan penyebaran penyakit.
Contoh kegiatan sodakoh sampah telah dilakukan oleh warga mansyarakat di Dusun Kauman Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan. Dari lokasi sampel ini selanjutnya Mjlis LH PDM Bantul akan bekerja sama dengan Pemkab.Bantul dan stake holder terkait untuk memperluas dan mengembangkan di wilayah lainya, diharapkan di setiap PCM ada satu pilot kegiatan ini..
GAMBAR BELUM DIAPLOAD
Ketua MLH Kab.Bantul yang juga selaku Ka.Bidang PK2 Bappeda Bantul (paling kaan) bersama Ketua Yayasan Rumah Zakat dan Tokoh masyarakat Dusun Kauman, Desa Tamanan Kec.B.Tapan pada saat launching Pilot Kegiatan Sodakoh Sampah
Pengelola Sodakoh Sampah bersama Bapak Lurah Desa Tamanan (no 2 dari kiri) dan Ketua Yayasan Rumah Zakat DIY (paling kanan)
Bapak Camat Banguntapan pada saat acara pembukaan /dimulainya Kegiatan Operasional Sodakoh Sampah
Sarana dan prasarana kegian Sodakoh Sampah